Search This Blog
Kita semua adalah pelayan; biasa jadi pelayan keinginan sendiri, pelayan orang lain, pelayan masyarakat atau pelayan Tuhan ; jadilah pelayan yang mampu menyelamtkan diri di dunia dan akhirat
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Posted by
SUBHATMA
PENGERTIAN DOA DAN SEMBAHYANG
PENGERTIAN
DOA DAN SEMBAHYANG
Apakah terdapat perbedaan antara sembahyang dan berdoa?
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara
kedua hal tersebut. Sembahyang lebih bersifat formal, dilakukan di tempat
tertentu (tempat yang diyakini suci seperti berbagai tempat pemujaan), namun
berdoa dapat dilakukan kapan saja, di mana saja dengan bahasa Sanskerta atau
bahasa hati. Mengapa kita mesti berdoa, bukankah dengan sembahyang saja cukup?
Jawaban yang pertama adalah kita berkewajiban untuk setiap saat ingat dan
memusatkan perhatian kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kitab suci Bhagavadgìtà
secara tegas menyatakan:
Manmanà bhava madbhakto
madyàjì màý namaskuru,
màm evaisyasi satyaý te
pratijàne prìyo'si me.
madyàjì màý namaskuru,
màm evaisyasi satyaý te
pratijàne prìyo'si me.
Bhagavadgìtà XVIII.65.
(Berpikirlah tentang Aku
senantiasa, jadilah penyembah-Ku,
bersembahyang dan berdoa kepada-Ku, dengan demikian,
pasti engkau datang kepada-Ku. Aku berjanji demikian
kepadamu, karena engkau Aku sangat kasihi)
bersembahyang dan berdoa kepada-Ku, dengan demikian,
pasti engkau datang kepada-Ku. Aku berjanji demikian
kepadamu, karena engkau Aku sangat kasihi)
Berdasarkan kutipan wejangan suci di atas, dapatlah kita
pahami bahwa sembahyang dan berdoa mesti senantiasa kita lakukan karena Tuhan
Yang Maha Esa menegaskan bahwa dengan senantiasa berpikir tentang-Nya,
mengingat-Nya, bersembahyang dan berdoa kepada-Nya, Tuhan Yang Maha Esa akan
membukakan pintu hati-Nya dan kita datang kepada-Nya. Alasan lebih jauh mengapa
kita perlu berdoa adalah dalam rangka proses membiasakan diri (abhyàsa) guna
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mendekatkan diri kepada-Nya dengan
membiasakan diri, akan mudah dilakukan bila kita telah memiliki keikhlasan
(tyàga) dan tidak terikat terhadap obyek keduniwian (vairagya), mensyukuri
karunia-Nya (santosa) dan keseimbangan lahir dan batin dalam suka dan duka
(sthitàprajña). Dengan membiasakan diri berpikir tentang-Nya, berdoa kepada-Nya
di setiap saat, maka melalui doa kita ini, kita akan bebas dari segala
penderitaan dan pikiran-pikiran negatif yang menjerumuskan diri kita dan orang
lain. Di mana nama-Nya disebutkan, di sana Tuhan Yang Maha Esa hadir dan
menganugrahkan kasih dan kebahagiaan. Demikian pula memanjatkan doa, mohon
keselamatan, kerahayuan dan pengampunan dapat dilaksanakan kapan saja, di mana
saja dan dalam situasi apapun juga.
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment